Seminar Nasional “Ekstremisme Digital di Era Artificial Intelligence (AI) dan Tantangan Demokrasi di Indonesia” akan dilaksanakan pada Senin, 23 November 2026 di Hotel Pullman Jakarta, dengan sekitar 100 peserta dari kementerian/lembaga, peneliti, dosen, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan/keagamaan, komunitas guru, komunitas pesantren, NGO, media, dan masyarakat umum. Kegiatan yang diselenggarakan CSRC UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bekerja sama dengan Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) Indonesia-Timor Leste ini bertujuan mengkaji penyebaran propaganda ekstremisme di ruang digital melalui pemanfaatan AI, menganalisis implikasinya terhadap demokrasi di Indonesia, serta memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi ancaman ideologi ekstremis dan manipulasi algoritmik.
Seminar diawali sambutan Jan Senkyr (Direktur KAS Indonesia-Timor Leste) dan keynote speech Meutya Viada Hafid, B.Eng., M.IP. (Menteri Komunikasi dan Digital RI) bertema “Membangun Kedaulatan dan Etika Digital: Peran Strategis Pemerintah dalam Mengawal Perdamaian di Era AI dari Ancaman Ekstremisme Digital”. Sesi diskusi menghadirkan Dr. Idris Hemay, M.Si. (Direktur CSRC UIN Jakarta), Alissa Wahid, S.Psi., M.Psi. (Koordinator Jaringan Nasional GUSDURian), dan Dr. Ismail Fahmi, M.Sc. (Pendiri & CEO Drone Emprit), dengan moderator Junaidi Simun, SH. (CSRC UIN Jakarta). Harapannya, peserta memahami mekanisme algorithmic radicalization dan indikator konten ekstremis berbasis AI, tumbuh kesadaran kolektif tentang bahaya polarisasi digital, serta terbangun kewaspadaan dini dan ketahanan masyarakat untuk merawat demokrasi dan perdamaian di Indonesia.
Tertarik hadir? Hubungi panitia di 081318810652 untuk informasi dan pendaftaran. Tempat terbatas.