Pelatihan Kontra Narasi Ekstremis Jawa Barat Digelar di Bogor

2 Agu 2019 86 views

Pelatihan Kontra Narasi Ekstremis Jawa Barat Digelar di Bogor


CSRC.OR.ID, BOGOR – 
Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bekerja sama dengan Konrad Adenauer Stiftung (KAS) menggelar pelatihan Kontra Narasi Ekstremis; Suara Pesantren untuk Perdamaian dan Toleransi, Selasa-kamis(30/7/2019-1/8/2019) di Horison Ultima Bhuvana Hotel Ciawi, Bogor.

Sebanyak 30 Ustadz/ustadzah dari Bogor, Cianjur, Sukabumi, Depok, dan Bekasi aktif menjadi peserta dalam training ini dengan dilatih oleh 6 trainer muda yang mumpuni di bidang kontra narasi ekstremis. Keenam trainer tersebut diantaranya Ustadzah Wahidah Rosyadah (PP Al-Qur’an Babussalam Bandung), Ade Muslih (PP. Sirnarasa Ciamis), Ustadz Wahyu Iryana (PP Mahasiswa Universal Bandung), Ustadz Agus Suryana (PP Insan Qolbu Bandung), Ustadzah Arum Ningsih (PP. Al-Ihsan Bandung), dan Ustadzah Mila Dwi Lasmiran (PP Al-Musyawarah).

Direktur CSRC UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Idris Hemay, M.Si. menyampaikan “Penyebaran ideologi dan propaganda ekstremisme juga terus digencarkan lewat media digital dan medsos. Menangkap dan melumpuhkan aktor teroris mungkin mudah, namun mematikan ideologi ekstremisme adalah tugas yang berat. Ibarat pepatah, mati satu tumbuh seribu”.

“Acara ini dimaksudkan untuk membangkitkan kesadara para ustaz/ustazah tentang bahaya ideologi ekstremis sekaligus meningkatkan pengetahuan mereka dalam mengenali narasi-narasinya”, tambah Idris dalam sambutan pembukaan pelatihan.

Ustadz Hendra Rusmana, Peserta dari Pondok Pesantren Al-Amin Sukabumi mengaku sangat bersyukur dan merasa beruntung dapat mengikuti pelatihan ini, menurutnya dari pelatihan ini Hendra jadi mengetahui apa itu ideologi ekstremis dan bagaimana melakukan kontranya. Hendra berkomitmen untuk mengajarkan semua yang didapat dari pelatihan ini kepada para santri di pesantrennya sepulang kegiatan ini.

Sementara Putri Dinah peserta dari Pondok Pesantren Al-Ghazali Bogor mengaku mendapatkan pengalaman baru yang belum pernah didapatkan sebelumnya.

 Foto bersama peserta, trainer dan panitia pelatihan kontra narasi ekstremis

 

KOLOM DIREKTUR