Testing: Running Text - This is A Running Test Buku Kaum Muda Muslim Milenial: Konservatisme, Hibridasi Identitas, dan Tantangan Radikalisme kini sudah bisa didownload, silahkan cek menu Publikaso => Buku

Training of Trainers (TOT) Literasi Keagamaan untuk Takmir Masjid, Imam dan Khatib

25 Okt 2018 87 views

Training of Trainers  (TOT)  Literasi Keagamaan untuk Takmir Masjid, Imam dan Khatib

Csrc.or.id - [9-11/10] Saat ini kita dihadapkan pada masalah mudahnya penyebarluasan narasi keislaman yang mengandung pemahaman dan ideologi yang radikal dan ekstremis di kalangan masyarakat. Yang lebih mengkhawatirkan narasi ekstremis dan radikal ini paling banyak menyasar generasi muda muslim milenial. Salah satu faktor penyebabnya adalah minimnya literatur keislaman yang mampu memberikan jawaban keagamaan atas berbagai masalah struktural dan sosial yang dihadapi oleh umat Muslim. Akibatnya mereka mencari jawaban terhadap berbagai masalah di atas dari sumber-sumber bacaan yang ditawarkan oleh media digital dan media sosial. Sayangnya, narasi keislaman yang dijumpai di media digital umumnya diwarnai oleh pemahaman dan ideologi keagamaan yang cenderung radikal dan ekstremis (PPIM UIN Jakarta, 2017; Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga, 2018).

Di sisi lain, narasi keislaman yang bercorak radikal dan ekstremis juga marak terjadi di masjid-masjid. Kurangnya pengawasan takmir masjid dan minimnya jumlah imam dan khatib yang berwawasan keislaman moderat diyakini berkontribusi terhadap menguatnya narasi intoleran, radikal, dan bahkan ekstremis yang disebarkan melalui media khutbah, pengajian, dan lembaran jum’at di masjid. Dengan jumlah masjid yang begitu besar (sekitar 240.657) dan sekitar 264.206 mushalla, berdasarkan data Sistem Informasi Masjid Kemenag RI per 2 Oktober 2018 (http://simas.kemenag.go.id/#tabs1- js), masjid di Indonesia seharusnya dapat memainkan peran penting sebagai mekanisme ketahanan kapasitas sumber daya manusia dan masyarakat dalam setiap situasi sosial kemasyarakatan yang terjadi, dengan tidak melupakan fungsi utama masjid sebagai tempat ibadah. Disamping itu, masjid secara historis telah memainkan peran yang cukup penting dalam peningkatan spiritualitas, moral, dan sosial komunitas Muslim. Masjid sejak awal menjadi pusat pendidikan dan pelatihan, selain menjadi tempat ibadah. Sejatinya, masjid harus selalu menjadi cerminan ajaran Islam yang mempromosikan nilai-nilai perdamaian, harmoni, dan maslahat dalam kehidupan umat beragama.

Berlatarbelakang hal di atas, CSRC UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) Literasi Keagamaan untuk Takmir Masjid, Imam, dan Khatib pada hari Selasa- Kamis, 9-11 Oktober 2018. ToT ini akan melibatkan 35 takmir masjid, imam, dan khatib dari 7 kota/kabupaten: Banda Aceh, Palembang, Jakarta, Garut/Tasikmalaya, Ambon, Manado, dan Mataram. Secara umum ToT ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan takmir masjid, imam, dan khatib tentang tema-tema yang akan disampaikan dalam ToT, termasuk bagaimana menulis materi khutbah yang persuasif. Hasil dari ToT ini diharapkan ke depannya dapat menjadi panduan utama bagi takmir masjid, imam, dan khatib yang akan terlibat menjadi TRAINER dalam serangkaian pelatihan literasi keagaman di 7 kota/kabupaten selama Oktober-Desember 2018.

Tujuan kegiatan ToT ini antara lain: Pertama, meningkatkan pengetahuan takmir masjid, imam, dan khatib tentang Islam dan perdamaian, dakwah Islam rahmatan lil alamin, strategi dakwah kaum muda milenial, mengamalkan amar makruf nahi munkar, prinsip musyawarah, dan penyusunan materi khutbah yang efektif dan persuasif. Kedua, melatih dan membekali keterampilan takmir masjid, imam, dan khatib tentang materi dan teknik-teknik fasilitasi, serta keterampilan untuk menjadi trainer literasi keagamaan dengan pendekatan partisipatoris. Ketiga, mendapatkan masukan penting untuk menjadi dasar dan referensi dalam melakukan perbaikan dan penyempurnaan modul literasi keagamaan, baik dari sisi konten, metode, dan lainnya.

Training of Trainers (ToT) ini mengkombinasikan 4 metode sekaligus, yakni seminar dan diskusi, penyampaian materi oleh trainer, diskusi kelompok, dan praktek fasilitasi. Seminar dan diskusi mengundang narasumber yang memiliki kompentensi dalam bidang keislaman dan dimaksudkan untuk mendapatkan input terkait isu sosial kemasyarakatan di lingkungan masjid dan sekitarnya.

Penyampaian materi dimaksudkan untuk mendapatkan tambahan pengetahuan dari trainer mengenai materi/tema yang tertulis dalam modul dan akan dilatihkan dalam pelatihan di 7 kota/kabupaten serta skill dan metode pelatihan partisipatoris. Sementara diskusi kelompok dimaksudkan untuk mendalami materi/tema dalam modul yang disampaikan trainer. Diskusi kelompk dan praktek fasilitasi akan dipandu oleh fasilitator.

Berikut beberapa materi/tema utama yang akan disampaikan dalam ToT ini:

  1. Metode dan Teknik Fasilitasi Pelatihan
  2. Dakwah Islam Rahmatan Lil Alamin
  3. Islam Agama Damai
  4. Prinsip Musyawarah dalam Demokrasi
  5. Mengamalkan Amar Makruf Nahi Munkar
  6. Strategi Dakwah untuk Kaum Muda Muslim Milenial
  7. Menulis Khutbah yang Persuasif

Training of Trainers (ToT) Literasi Keagamaan untuk Takmir Masjid, Imam, dan Khatib ini berlangsung dari 9-11 Oktober 2018, di Hotel Royal Padjadjaran Bogor. Peserta ToT Literasi Keagamaan untuk Takmir Masjid, Imam, dan Khatib adalah 35 takmir masjid, imam, dan khatib dari 7 kota/kabupaten (@5 orang). Mereka terdiri dari trainer di 7 kota/kabupaten lokasi pelatihan: Banda Aceh, Palembang, Jakarta, Garut/Tasikmalaya, Ambon, Manado, dan Mataram.

KOLOM DIREKTUR