Diposting tanggal: 26 Desember 2011
Center for the Study of Religion and Culture/CSRC (Pusat Kajian Agama dan Budaya) adalah lembaga kajian dan riset di bidang agama dan sosial-budaya, didirikan berdasarkan SK Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 28 April tahun 2006. Pusat ini merupakan pengembangan dari bidang budaya Pusat Bahasa dan Budaya (PBB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 1999-2006). Pengembangan ini didorong oleh semakin meningkatnya tuntutan untuk mengembangkan kajian dan penelitian agama (terutama Islam) dalam relasi-relasi sosial-budaya dan politik. Tujuannya adalah untuk mengetahui dan memahami apa saja peran penting yang dapat disumbangkan agama guna mewujudkan tatanan masyarakat yang adil dan sejahtera, kuat, demokratis dan damai.
Pentingnya pengembangan ini dapat dicermati dari semakin meningkatnya peran dan pengaruh agama di ruang publik. Dari hari ke hari, agama tidak saja menjadi perbincangan berbagai lapisan masyarakat, di tingkat nasional maupun internasional, tetapi juga pengaruhnya semakin menguat di ruang publik, di tengah derasnya arus modernisasi dan sekularisasi.
Salah satu bukti menguatnya agama di ruang publik adalah menonjolnya identitas, simbol dan pranata-pranata sosial yang bercirikan keagamaan. Eskpresi Islam, harus diakui mendapat tempat cukup kuat dalam ruang publik di tanah air. Namun, Islam bukan satu-satunya entitas dalam ruang tersebut. Terdapat juga identitas lain yang ikut meramaikan wajah ruang publik kita. Sebagai ajaran, sumber etik dan inspirator bagi pembentukan pranata-pranata sosial, Islam acapkali tampil dalam ekspresinya yang beragam. Islam diyakini dan dipraktikkan berdasarkan interpretasi berbagai komunitas Muslim yang beragam sesuai pemahaman dan konteks sosial-budaya mereka.
Sementara itu keberagaman persepsi tentang Islam disertai konteks sosial-kultural dan politik yang kompleks, membuat ajaran dan nilai-nilai agama yang luhur itu seringkali diamalkan dalam warna dan nuansa yang khas. Adakalanya ia tampil dalam berbagai potret eksklusivisme, namun ia juga seringkali hadir secara konstruktif sebagai sumber etika sosial, inspirator bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, mediator bagi integrasi sosial dalam wajahnya yang plural, toleran, dan damai, serta secara kuat berfungsi sebagai motivator bagi pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat madani. Islam juga tampil mempengaruhi pembentukan pranata-pranata sosial-politik, ekonomi, dan pendidikan serta memberi andil penting bagi pembangunan nasional. Dalam konteks inilah, kehadiran Islam di ruang publik tidak perlu dirisaukan. Sebaliknya etika dan etos agama seperti itu perlu diapresiasi oleh masyarakat luas dan didukung semua pihak. Kehadiran CSRC bertujuan untuk merevitalisasi peran agama dalam konteks seperti itu. Nilai-nilai agama yang luhur hendaknya dipahami dan diamalkan dengan sungguh-sungguh sehingga agama dapat berperan secara positif sebagai landasan etika dan etos dalam masyarakat Islam.
Karena arus perubahan berlari lebih cepat dari kemampuan umat untuk meng-upgrade kapasitasnya, perlu strategi yang tepat untuk menghadapinya. Sesuai tugas dan perannya, CSRC berusaha memberi kontribusi pada sektor riset, informasi, dan pelatihan serta memfasilitasi berbagai inisiatif yang dapat memperkuat masyarakat Islam khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya, terutama dalam pengembangan kebijakan (policy development) di bidang sosial-keagamaan dan kebudayaan. Kami berharap, kedepan, institusi-institusi Islam berkembang menjadi pusat produktivitas umat (production center), dan bukan malah menjadi beban sosial (social liability), agar umat Islam dapat meningkatkan perannya dalam kehidupan sosial-budaya secara konstruktif.
