Home / Tentang Kami / Buku Tamu / Kontak Kami / Login
14/01/2010 16:26:08 Pemetaan Ideologi Masjid-masjid di Solo, Jawa Tengah Berbicara secara umum, riset di sepuluh masjid tersebut menunjukkan dan membuktikan bahwa dalam derajat yang beragam kelompok Islam radikal telah menggunakan masjid sebagai kendaraan bagi penyebaran ideologinya. Level intensitas yang tinggi dari radikalisasi terlihat di Masjid Al-Islam Gumuk dan Masjid al-Maghfiroh (Al-Kahfi) yang masing-masing berafiliasi kepada Front Pemuda Islam Surakarta (LPIS) dan Hidayatullah, dua ormas Islam yang terkenal berhaluan radikal. Radikalisasi juga cukup tinggi di masjid terbuka dan tidak berafiliasi dengan ormas tertentu, yaitu Masjid al-Muttaqien, Kartopuran. Sementara masjid-masjid umum lainnya yang diteliti juga memperlihatkan anasir-anasir ideologi Islam radikal dengan level intensitas yang lebih rendah. Misalnya, Masjid Pesantren Jamsaren (kec. Serengan),Masjid Komplek al-Hikmah (Joyodiningratan, kec. Serengan) dan Masjid Kampus, Nurul Huda, UNS, Surakarta. (Dibaca: 147)
26/06/2008 8:30:29 Perda Syariah Islam di Era Otonomi Daerah: Implikasinya Terhadap Kebebasan Sipil, Hak-hak Perempuan, dan Non-Muslim Secara legal-formal pemberlakuan syariah Islam di era otonomi daerah ditetapkan terutama lewat peraturan daerah (perda) yang memiliki kekuatan hukum atau politis. Meski Undang-Undang Nomor 22/1999 tentang otonomi daerah tidak memberi wewenang bidang peradilan dan agama kepada daerah, tetapi dalam praktiknya, perda-perda itu menyentuh persoalan agama dan quasi-peradilan. Karenanya, keberadaan perda-perda syariah itu perlu terus dikaji untuk menguji, apakah peraturan-peraturan daerah tersebut bertentangan dengan undang-undang dan Konstitusi atau tidak. Apalagi dalam penelitian ini ditemukan bahwa perda syariah tidak jarang menimbulkan kontroversi serta memicu perdebatan dalam masyarakat, walaupun kelompok yang mendukung keberadaan perda lebih besar daripada kelompok yang menolaknya. (Dibaca: 4369)
26/06/2008 8:21:44 Wakaf untuk Keadilan Sosial Pentingnya mewujudkan masyarakat yang sejahtera, adil dan selaras menjadi kepedulian para pengelola lembaga wakaf di Indonesia. Mayoritas setuju dengan upaya melakukan penanganan ketidakadilan sosial melalui perubahan sistem sosial, ekonomi dan politik yang tidak adil. Berbagai persoalan bangsa seperti kemiskinan, pengangguran, kesehatan dan pendidikan yang rendah, masih menjadi persoalan yang rumit untuk diselesaikan. Dengan mengatasi berbagai persoalan sosial sampai ke akarnya, perubahan sistem dan struktur sosial yang tidak adil, menjadi harapan baru untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan yang dicita-citakan. Namun, tentu saja, hal ini tidak mudah mengingat penyelesaian ketidakadilan sosial juga membutuhkan kerjasama dari berbagai elemen masyarakat, utamanya negara dan pasar agar mereka adil dalam mendistribusikan segala sesuatu yang menyangkut hajat hidup orang banyak. (Dibaca: 3656)
26/06/2008 8:19:35 Filantropi untuk Keadilan Sosial dalam Masyarakat Islam Indonesia Selain secara aktif menjalankan tradisi berderma, mayoritas umat Islam Indonesia yakin bahwa kegiatan berderma tidak hanya merupakan kewajiban agama, namun juga sebagai tanggung jawab sosial. Oleh karena itu, mereka yakin bahwa filantropi Islam di negeri ini memiliki potensi untuk mendorong terciptanya keadilan sosial ekonomi di dalam masyarakat. Mereka juga berpandangan bahwa keadilan sosial harus didasarkan atas persamaan hak seluruh rakyat sehingga pembatasan atas hak dan diskriminasi atas nama agama, ras, etnik, dan gender akan mengakibatkan persoalan besar, yang perlu diatasi demi menciptakan keadilan sosial yang hakiki. (Dibaca: 5375)
01/05/2006 11:00:12 FORMAT PENDIDIKAN ANTIKORUPSI DI UIN/IAIN: Review Atas Kurikulum dan Proses Pembelajaran Signifikansi penelitian ini adalah untuk mempertajam proses pemetaan masalah serta pencarian solusi bagi problem yang melilit Perguruan Tinggi Islam Negeri (UIN/IAIN), khususnya terkait dengan wacana perlunya pendidikan anti-korupsi. Karena dari sisi desain kurikulum dan proses pembelajaran, di perguruan tinggi tersebut terdapat beberapa masalah. (Dibaca: 8826)
11/04/2002 16:01:05 Anarkisme dan Demokrasi: Persepsi Demokrasi di Kalangan Masyarakt Menengah di DKI Jakarta (Dibaca: 1812)
11/04/2002 15:53:56 Potensi Wisata Ziarah Islam di DKI Jakarta Melihat Potensi Wisata Ziarah di DKI Jakarta Dari latar belakang historisnya, daerah Propinsi DKI Jakarta kaya dengan tempat-tempat yang bernuansa historis dan religious. Apalagi Sejak zaman VOC, zaman Hindia Belanda, pendudukan Jepang, Orde Lama, Orde Baru, dan sampai sekarang Jakarta dijadikan ibukota pemerintahan, atau disebut ibukota negara. Begitu pula, daerah ini menyimpan memori historis dan religius yang cukup penting bagi sekitar 90% penduduk Jakarta yang Muslim. Oleh karenanya tidak heran jika sekarang ini banyak ditemui tempat-tempat (sites) bangunan (buildings) tempat ibadah (mosques/churchs/klenteng) yang sudah tua dan bernilai historis tinggi. Karena mayoritas penduduk Jakarta adalah Muslim, maka tidak mengherankan jika banyak mesjid yang dianggap sebagai bangunan bersejarah. (Dibaca: 17633)
25/10/2001 20:21:25 Radikalsime Agama (FPI, FKAWJ, MMI, dan HAMMAS) dan Perubahan Sosial di DKI Jakarta Ribuan mata, beberapa bulan lalu, tertuju pada lautan laskar berjubah putih yang membanjiri Stadion Utama Senayan Jakarta dalam sebuah perhelatan tabligh akbar. Laskar berjubah putih itu tergabung di dalam kekuatan besar yang bernama Laskar Jihad. Di dalam tabligh akbar tersebut mereka meneriakkan kegetiran atas tragedi yang sedang menimpa umat Islam di Maluku, dan secara tegas mereka menyatakan kesiapan untuk terjun ke medan pertempuran di sana. Mereka juga "menyerang" Presiden Abdurrahman Wahid yang mereka anggap telah gagal mengemban tugas sebagai pemimpin umat Islam dan membiarkan negerinya terjebak dalam permainan konspirasi Barat dengan Zionis Israel. Beberapa kali kelompok semacam, bahkan yang berintikan mahasiswa, dengan memakai berbagai atribut khas mereka, turun ke jalan-jalan berdemonstrasi menentang berbagai kebijakan Gus Dur, seperti usulan pencabutan TAP MPR tentang pelarangan PKI. Belakangan mereka juga memprotes keras rencana kehadiran delegasi Israel di dalam Konferensi Parlemen se-Dunia di Jakarta dan bertekad untuk memblokir mereka di bandara dan tempat-tempat strategis lainnya; hal yang sebagian dipicu oleh penyerangan Israel yang didukung oleh kekuatan-kekuatan Barat, khususnya Amerika Serikat, atas umat Islam Palestina. Di kota yang sama hari-hari ini hampir tiap minggu kelompok Front Pembela Islam melakukan razia. Mereka mendatangi kafe-kafe, diskotik-diskotik, kasino-kasino, dan tempat-tempat lainnya yang mereka tuduh sebagai sarang maksiat dan membubarkan kegiatan di dalamnya tanpa bisa dirintangi secara berarti oleh petugas-petugas keamanan. Razia-razia ini tidak jarang diwarnai oleh aksi-aksi pengrusakan dan penghancuran. (Dibaca: 13569)
1/8 of 8