30/01/2007 16:31:46
Wakaf, Tuhan, dan Agenda Kemanusiaan

Dengan total nilai asetnya yang mencapai sekitar 590 triliun rupiah, wakaf sesungguhnya sangat potensial untuk ditumbuhkembangkan menjadi salah satu sumber yang produktif (production center) bagi pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat tidak mampu, serta penguatan sektor-sektor sosial yang terbilang lemah. Sayangnya, potensi wakaf sebesar itu tidak dapat dimanfaatkan dengan baik. Alih-alih menjadi institusi yang produktif, kebanyakan lembaga-lembaga wakaf yang ada justru cenderung menjadi beban sosial, karena tidak mampu mengelola dirinya secara mandiri.
Buku hasil penelitian terhadap 500 lembaga wakaf di Indonesia ini mencoba mengidentifikasi berbagai persoalan perwakafan di tanah air. Berkembang selama ini sebuah asumsi bahwa wakaf yang dipraktikkan di negeri ini belum banyak bergeser dari orientasi ritual keagamaan. Tanah-tanah wakaf yang ada merupakan persembahan untuk Tuhan, yang diabadikan dalam ribuan masjid, mushalla, madrasah, pesantren, dan pemakaman. Amatlah kecil jumlah wakaf yang diperuntukkan bagi agenda sosial dan kemanusiaan. Yakni untuk mengangkat harkat dan martabat kaum miskin dan papa, serta memberikan perlindungan atas hak-hak mereka yang tersingkirkan oleh sebuah struktur sosial yang timpang.
Buku ini mengkonfirmasi asumsi di atas dan mencoba mengurai berbagai alasan mengapa wakaf-wakaf yang ada belum mampu mendukung berbagai inisiatif keadilan sosial dalam masyarakat. Berpijak pada paradigma transformatif, buku ini berusaha mengkaji berbagai kemungkinan untuk meretas langkah-langkah perbaikan dan perubahan. Tujuannya agar wakaf tidak hanya menjadi penyangga agama (religion), tetapi juga menjadi pendorong dinamika keberagamaan (religiosity) yang menyatupadukan keimanan pada yang Esa dengan komitmen membumikan nilai-nilai kemanusiaan semesta. Semoga!