Home / Tentang Kami / Buku Tamu / Kontak Kami / Login
16/02/2007 13:52:30

Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi

Editor : Karlina Helmanita dan Sukron Kamil Kelahiran buku ini penting dan tepat waktu. Sebagaimana diketahui, bangsa ini sedang berperang melawan korupsi, karenanya dibutuhkan berbagai informasi memadai guna mendukung agenda nasional tersebut. Dari beberapa studi yang pernah dilakukan, ditemukan bahwa hanya segelintir orang yang benar-benar memahami dan tanggap terhadap praktik-praktik korupsi yang terjadi di sekelilingnya. Kebanyakan orang belum memahami sepenuhnya seluk-beluk korupsi maupun dampak buruk yang ditimbulkannya. Karenanya, tidaklah mengherankan mengapa sebagian orang bersikap permisif terhadap praktik-praktik korupsi. Mereka bahkan cenderung mentolerir berbagai tindakan korupsi yang sering terjadi secara terang-terangan di depan mata mereka sendiri. Di sinilah kemudian letak urgensi gerakan pembelajaran maupun penyadaran melalui pendidikan. Pendidikan yang mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotorik diyakini dapat memberi sumbangan bagi upaya pemberantasan korupsi dalam masyarakat. Dari dunia pendidikan, nilai-nilai antikorupsi semisal kejujuran, pertanggungjawaban, dan keterbukaan diperkenalkan dan ditanamkan secara pasti dan terarah. Dunia pendidikan memberi kesempatan kepada setiap orang untuk belajar dan sadar sekaligus; lewat proses pengajaran dan penyadaran. Lewat kedua proses tersebut, ide dan nilai diperkenalkan, tidak saja sebagai sumber informasi yang menghasilkan pengetahuan, tapi juga sebagai ajaran yang dapat memaknai pengetahuan itu. Keyakinan ini membuat CSRC optimis bahwa Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi dapat memberi arti penting bagi upaya bersama dalam mewujudkan tatanan sosial yang jujur dan bersih. Dengan mempelajari materi-materi seputar korupsi dan problematikanya, diharapkan para peserta didik mendapatkan informasi yang diperlukan. Pada tahap berikutnya, Pendidikan Antikorupsi hendaknya menekankan aspek afektif sehingga menggugah kesadaran peserta didik. Pada level ini, pendidikan berfungsi mengembangkan etika pribadi maupun sosial secara positif dan progresif. Keberhasilan pada tingkat ini akan memungkinkan aktualisasi good dan clean governance secara efektif. Dalam konteks inilah, Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, memandang gagasan Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi sebagai sesuatu yang masuk akal dan perlu. Karenanya, CSRC tidak ragu-ragu mendukung upaya pemberantasan korupsi melalui pendekatan kebudayaan ini, hingga lahirlah buku Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi yang ada di hadapan Anda. Buku yang dihasilkan dari program Mainstreaming Pendidikan Antikorupsi di UIN/IAIN se-Indonesia, adalah proyek kerjasama CSRC UIN Jakarta dengan Partnership for Governance Reform dan European Union. Program ini berupaya membangun kesadaran etik akan pentingnya penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, dan selanjutnya mencoba mengaktualkannya secara konkret baik dalam etos institusi birokrasi, maupun relasi-relasi sosial lainnya. Untuk mendukung pengembangan program ini ke depan, adalah penting untuk segera mempertimbangkan pengembangan SDM, penguatan institusi, advokasi kebijakan serta strategi komunikasi. Hal ini untuk mendorong agar upaya pemberantasan korupsi dapat berkembang menjadi gerakan sosial yang didukung pemerintah maupun masyarakat sipil secara massif. Contact Person Sholehuddin A. Aziz