Has no content to show!

Sains dalam Islam Konseptual dan Islam Aktual

15 May 2015

Resensi: Pembahasan mengenai sains hubungannya dengan agama seperti Islam adalah pentinga mengingat karakter sains yang material secular dan mengalami krisis etika. Di samping itu, pengertian sains dalam Islam berbeda dengan Barat modern.

Jika dalam Barat modern, sainsa hana bidang empiris indrawi, maka dalam Islam lebih dari itu, yaitu mencakup non fisik juga. Karena itu epistimologi Islam pun lebih kaya disbanding Barat, yaitu di dalamnya ada metode tajribi ( obervasi dan eksperimen), metode burhani ( demonstrative ) dan metode ‘irfani ( intuitif ). Dalam Islam tidak hanya terdapat konsep estimologi, tetapi juga ontology dimana dalam Al Quran terdapat pernyataan yang bisa dipahami sejalan dengan penemuan sains dan teknologi tidak boleh bertentangan dengan kemanusiaan dan etika.

Pengarang: Sukron Kamil

Berat: 50 gr

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree