Has no content to show!

Dilema HAM di Indonesia

16 December 2008
Dalam konteks makro, kegagalan kaum Islamis mendirikan Negara Islam di Timur Tengah, membuat kelompok tersebut lebih menekankan aspek yang lebih substantif dari cita-cita 'suci' yakni dengan upaya memberlakukan syariat Islam di Masyarakat.

Menurut Olivier Roy, bukan berarti keinginan mereka mendirikan Negara Islam telah sirna. Ketika sistem sosial dan politik menjadi kondusif bagi penyemaian ide tersebut, maka ide Negara Islam adalah impian yang harus dituntaskan dan terwujud dalam matra realita. Dalam konteks ini, penjelasan mengapa beberapa kelompok Islam menyuarakan keinginan untuk memberlakukan syariat Islam di Indonesia dapat dilihat sebagai test case bagi posibilities tegaknya Negara Islam di masa depan.

Menurut An-Naim (2003), ide aplikasi syariat melalui negara adalah ide yang tidak valid. Sebab, segala upaya memperjuangkan "negara Islam" akan memicu terbitnya kondisi intimidasi dalam satu masyarakat plural. Selain itu, model Negara Madinah, yang diimpikan oleh para Islamis, lebih berdasar otoritasi moral dari kompromi sosial ketimbang kekuasaan koersif negara dalam masyarakat.

Model 'Negara Madinah' adalah mustahil dihidupkan dalam konteks masyarakat Islam di mana pun, karena pengalaman sejarah negara Nabi adalah fenomena unik yang berakhir dengan kematiannya. Dus, klaim aplikasi syariat melalui negara adalah naif. Karenanya, salah satu tantangan membumikan HAM di tanah air adalah mengubah pemahaman sebagian Muslim yang berpandangan HAM adalah produk Barat dan mengedepankan formalisasi syariah Islam adalah way out bagi kompleksitas permasalahan yang membelit Indonesia. Majulah HAM di tanah air.
sumber: detik news
We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree