Has no content to show!

WriterPreneurship Gelombang ke-5

14 May 2015

Dunia penulisan mempunyai pengaruh besar dalam perkembangan peradaban. Menulis menjadi media untuk menyampaikan sebuah gagasan. Tidak hanya itu, dewasa ini menulis telah menjadi kegiatan yang menghasilkan keuntungan materi. Menulis bahkan telah masuk dalam kegiatan industri komersil yang sedang berkembang pesat, termasuk di Indonesia. Namun, dibalik berkembangnya industri penerbitan, Indonesia masih memiliki jumlah terbitan buku yang rendah. Jumlah buku yang terbit di Indonesia hanya sekitar 2500 judul setiap tahun, ini lebih rendah dibanding Jepang yang mencapai sekitar 44.000 judul setiap tahun, Amerika Serikat 100.000 judul dan Inggris 61.000 judul pertahun.

Rendahnya terbitan buku di Indonesia menjadikan kebutuhan terhadap tulisan dari seorang penulis baru maupun yang berpengalaman semakin meningkat. Hal ini memunculkan peluang bagi penulis untuk menjadikan tulisan-tulisannya sebuah karya yang dapat menghasilkan keuntungan materi. Dalam dunia akademik, menulis juga menjadi hal penting. Para akademisi seperti mahasiswa, guru dan dosen diwajibkan menulis sebuah karya tulis, namun banyak dari karya tulis mereka tidak dapat dipublikasikan oleh penerbit. Minimnya kemampuan menulis dan pengetahuan tentang dunia penerbitan diperkirakan menjadi penyebab tulisan mereka tidak layak masuk ke penerbit.

Sebagai upaya melahirkan para penulis-penulis baru yang berkualitas dan membantu para penulis meningkatkan kemampuannya dalam menulis, CSRC (Center for the Study of Religion and Culture) mengadakan WriterPreneurship pelatihan menulis kreatif dan karya ilmiah populer.

Pelatihan ini menjadi kegiatan rutin yang diadakan CSRC. Sejak gelombang pertama dilaksanakan pada tahun 2013, pelatihan ini terus berjalan hingga sekarang telah mencapai gelombang ke-lima yang diadakan bulan Maret sampai April 2014 setiap hari kamis. Pelatihan ini diadakan dalam 4 pertemuan yang melibatkan 20 peserta dan 3 narasumber. Dua narasumber yang merupakan Aktivis CSRC yaitu Irfan Abubakar dan Ahmad Gaus AF, dan satu narasumber lain yaitu  Ilham Khoiri yang merupakan Wartawan Kompas.

Dalam pelatihan WriterPreneurship digunakan metode partisipatoris. Dengan metode ini peserta dapat berperan aktif dalam pelatihan. Ahmad Gaus AF dalam bukunya WriterPreneurship lebih spesifik lagi menyebutkan penggunaan metode “Write Now!” untuk pelatihan menulis. Menurutnya, metode pelatihan ini disusun untuk membantu calon-calon penulis menemukan cara yang efektif dalam membangun kepercayaan diri menjadi penulis. Metode ini dibuat berdasarkan kenyataan bahwa sebagian besar hambatan yang dialami calon penulis adalah masalah mental. Banyak calon penulis mengatakan kepadanya bahwa mereka telah merencanakan menulis sebuah buku sejak beberapa tahun lalu, tapi tak kunjung dilakukan karena tidak yakin bahwa mereka mampu.

Pemateri pelatihan memberikan beberapa materi penulisan yang berbeda dalam tiap pertemuanya. Keterampilan dasar menulis, penulisan kreatif, penulisan jurnalistik dan penulisan karya ilmiah popular. Selain materi itu di akhir pertemuan peserta diberikan kesempatan konsultasi dan tiap peserta mendapatkan buku WriterPreneurship yang ditulis oleh Ahmad Gaus AF. Sebagian peserta merasa puas dengan pelatihan ini. Menurut Rahmadita Aryani salah seorang peserta “Pelatihan ini memberikan cukup banyak materi bagaimana untuk membuat dan menyusun sebuah tulisan. Perlu diadakan sesi pelatihan lanjutan agar materinya berkelanjutan.”

Dalam pelaksanaan pelatihan ini, pelaksana mengalami beberapa kendala. “Tidak hadirnya sebagian peserta menjadi kendala dalam pelatihan ini, tiap pertemuan hanya sekitar 75% peserta yang hadir” ujar Tutur Ahsanil M sebagai panitia penyelenggara.

Dengan Pelatihan WriterPreneurship ini, diharapkan dapat melahirkan penulis-penulis baru yang berkualitas dan mampu menjadikan tulisan-tulisanya sebuah karya yang dapat dinikmati masyarakat. Dengan hal ini Indonesia diharapkan dapat menyaingi Negara-negara maju dalam hal penerbitan buku dan juga akan menambah minat masyarakat untuk menulis dan membaca.

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree