Has no content to show!

Religion and Human Rights Alumni-Program "Peningkatan Skill Menulis Untuk Promosi HAM"

14 May 2015

Setiap orang dipastikan bisa menulis, tetapi untuk menulis sebuah karya ilmiah tidak semua orang bisa melakukannya. Banyak mahasiswa, guru, maupun dosen masih kesulitan ketika diminta untuk menuliskan gagasan-gagasannya dalam sebuah karya, ini menandakan ada sesuatu yang harus diperbaiki. Bukan berarti mereka tidak mampu melainkan kesulitan untuk memulai dari mana, bagaimana memilih kata-kata yang tepat, bagaimana membuat tulisan yang bisa dipublikasikan dan menarik untuk dibaca. Kesulitan-kesulitan seperti ini dirasakan oleh banyak orang.

Berangkat dari fenomena ini CSRC (Center for the Study of Religion and Culture) bekerjasama dengan KAS (Konkrad Adenaeur Stiftung) mengadakan pelatihan menulis dengan tema “PENINGKATAN SKILL MENULIS DALAM RANGKA PROMOSI HAM” bagi alumni program Pelatihan HAM (Hak AsasiManusia) yang mayoritas sebagai ustadz dan ustadzah dari berbagai pesantren di Indonesia.

Menulis menjadi sebuah kewajiban bagi para pendidik, guru disekolah maupun ustadz dan ustadzah di dalam pesantren. Melalui tulisan mereka bisa menuangkan gagasan, ide, maupun pemikiran yang ada di dalam benak. Gagasan-gagasan itu bagaikan air yang apabila tidak terwadahi dengan tepat akan meluber, maka dari itu butuh wadah dalam bentuk sebuah tulisan untuk mengikatnya sehingga dapat dibaca oleh berbagai golongan. Kegiatan ini merupakan program lanjutan bagi alumni training dasar “AGAMA DAN HAM UNTUK KALANGAN AKTIVIS MUDA MUSLIM” yang sebelumnya telah dilakukan sebanyak 20 kali di 19 kota di Indonesia, di antaranya : Aceh, Makassar, Bandung, Jakarta, Samarinda dll. Kegiatan yang merupakan kegiatan Advance Training ke-4 ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan analisis sosial dan pengorganisasian masyarakat untuk promosi HAM. Acara yang diadakan di Hotel Marbella Bandung ini memakan waktu lima hari dimulai dari tanggal 20-24 Oktober 2014.

Fokus utama dalam kegiatan ini adalah pelatihan dasar menulis. Salah satu pembicara Ahmad Gaus AF mengibaratkan menulis itu seperti menyusun puzzle, yang satu menyusun kata yang lainnya menyusun benda, keduanya mudah untuk dilakukan. Metode yang digunakan adalah metode Writenow, dalam artian menulis itu harus dilakukan sekarang juga. Titik tekan materi tersebut adalah tidak ada alasan bagi peserta untuk tidak bisa menulis. Hasil dari acara ini adalah bagaimana seorang ustadz atau ustadzah khususnya mampu mentranformasikan nilai-nilai HAM dalam bentuk tulisan untuk dipublikasikan di media cetak, koran, majalah, jurnal dan lain sebagainya hingga dapat dibaca oleh khalayak luas. Mampu berdiri di garda terdepan untuk menyebar luaskan dan memberi pemahaman yang baik mengenai HAM kepada santrinya dan masyarakat sekitarnya.

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree