Home / Tentang Kami / Buku Tamu / Kontak Kami / Login
28/07/2010 15:04:02

CSRC Sukses Adakan Diskusi UMUM "Countering Extremism: UK and Indonesian Experiences

Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bekerjasama dengan Kedutaan Inggris, pada hari Jum’at, 23 Juli 2010 bertempat di Ruangan Diorama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sukses menyelenggarakan Diskusi Umum dengan tema " Countering Extremism: UK and Indonesian Experiences”.

 

Diskusi ini dihadiri oleh Prof. DR. Komaruddin Hidayat (rektor UIN Jakarta) dan Martin Hull (Duta Besar Inggris untuk Indonesia). Dan sebagai pembicaranya adalah Jeremy Browne, MP – Minister of State in the UK’s Foreign and Commonwealth Office dan Noor Huda Ismail - Yayasan Prasasti Perdamaian.

                 

Dalam diskusi yang dimoderatori oleh Irfan Abubakar ini, Jeremy menyampaikan sedikit pandangannya tentang terorisme terutama terkait dengan pengalaman Inggris, dimana Juli 2005 silam, kota London sempat diguncang ledakan bom yang berdampak besar bagi keamanan warga Inggris.

 
Menurut Jeremy, faktor krusial tentang aksi terorisme adalah menunggu kapan aksi itu terjadi dan mencoba menangkap tanda-tanda yang muncul untuk mencegah aksi tersebut. Hal tersebut perlu diantisipasi untuk melindungi masyarakat. Jeremy mengungkapkan, diperlukan adanya pengetahuan yang cukup tentang pola-pola terorisme. "Perlu pembelajaran untuk mengetahui lokasi-lokasi dan aktivitas-aktivitas yang mungkin menjadi sasaran," terangnya.

Jeremy juga menekankan pada pentingnya kerjasama antar negara dalam menanggulangi aksi terorisme yang semakin meluas. Kemudian juga, dengan belajar dari negara-negara lain yang memiliki pengalaman melawan aksi terorisme. Untuk menanggulangi kaum ektremis yang mungkin berkembang menjadi terorisme, dibutuhkan kerja keras pemerintah untuk mengantisipasi nya dengan berbagai cara.

Sekedar informasi, Jeremy Browne merupakan menteri pertama Inggris yang melakukan kunjungan ke Indonesia sejak pemerintahan baru terbentuk setelah pemilu di Inggris Mei lalu. Jeremy mulai menjabat sebagai Menteri Negara Kantor Kementerian Luar Negeri Inggris pada 14 Mei 2010. Sebelumnya, Jeremy menjadi anggota parlemen Inggris untuk wilayah Taunton Deane sejak Mei 2005. Yang menarik, Jeremy pernah tinggal di beberapa negara, seperti negara mayoritas muslim Iran dan Zimbabwe.

 

Sementara itu, Noor Huda Ismail juga menyampaikan pesan, pentingnya  keseriusan pemerintah menyelesaikan persoalan terorisme ini secara komprehensif.  Buku “Temanku Teroris? Saat 2  Santri Ngruki Menempuh Jalan Berbeda” yang ia tulis menjadi starting point pembahasannya. Ia mengingatkan bahwa setiap aksi kekerasan, korban tidak hanya berada di satu pihak. Begitu pula dengan para teroris, dimana mereka meninggalkan istri-istri mereka, anak-anak mereka yang tidak berdosa. Lantas siapakah yang harus peduli dengan mereka? Kita harus merupaya mencari solusi terbaiknya.

 

Secara keseluruhan kegiatan ini berjalan sukses dan lancar, para peserta bahkan membludak hingga banyak yang berdiri, begitu pula dengan kehadiran media yang elektronik dan cetak yang meliput kegiatan ini.