Sukses Training Agama dan HAM di Lampung
Untuk kesekian kalinya, CSRC UIN Jakarta bekerjasama dengan Konrad Adenaeur Stiftung (KAS) Jakarta kembali sukses melaksanakan kegiatan “Training Agama dan HAM di Kalangan Aktivis Muda Muslim” di Tanjung Karang, Lampung.
Pelatihan ini berlangsung dari tanggal 23-25 Februari 2010 di hotel Sahid, Bandar Lampung bekerjasama dengan Paska Sarjana IAIN RAden Intan Lampung.
Peserta pelatihan ini adalah 27 orang ustadz-ustadzah, dan kyai dari pesantren di seluruh Lampung. Mereka berasal dari perwakilan pesantren di Lampung Barat, Selatan, Timur dan Utara. Sementara untuk trainers nya adalah tim trainers dari CSRC UIN Jakarta yang terdiri dari Irfan Abubakar, Amelia Fauzia, Sukron Kamil, dan Muchtadlirin.
Menurut Sholehudin A. Aziz, Koordinator pelatihan ini, Kegiatan ini ditujukan untuk menambah wawasan dan membangun kesadaran para aktivis muda Muslim terutama kalangan ustadz-ustadzah pesantren tentang pentingnya nilai-nilai HAM sebagai perspektif dalam setiap tindakan dan kebijakan yang akan diambil di tengah-tengah masyarakat.
Secara keseluruhan, legiatan pelatihan ini berjalan sukses dan lancar. Seluruh agenda pelatihan tersajikan dengan baik oleh para Ttrainers, begitu pula dengan antusiasme peserta yang mayoritas adalah pimpinan pesantren dari seluruh Lampung.
Selama berlangsungnya sesi pealtihan terekam dengan jelas bagaimana para peserta begitu awam dengan istilah HAM dan pandangan-pandangan “miring” tentangnya. Sebagian mereka masih curiga bahwa HAM adalah produk Barat semata yang mengenyampingkan nilai-nilai Islam.
Namun berkat metode partisipatif yang panitia terapkan, kegelisahan dan mis-understanding tentang makna HAM yang sesungguhnya dapat dijawab oleh mereka sendiri. Bahkan sejumlah peserta mengusulkan agar kegiatan pelatihan ini bisa dilakukan di lingkungan pesantren dan mereka siap memfasilitasinya.
Keinginan kuat ini terangkum dalam Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang mereka rancang sendiri demi membantu terciptanya suasana damai di masyarakat. Banyaknya potensi konflik dan kekerasan di Lampung misalnya menjadi alasan tersendiri hadirnya pelatihan-pelatihan sejenis ini di lingkungan pesantren yang mereka kelola.
Mereka yakin bahwa nilai-nilai HAM sangat sejalan dengan nilai-nilai Islam yang memang mengajarkan kebaikan, keadilan dan Jauh dari kekerasan. Semua ini harus dilakukan demi terciptanya Islam yang benar-benar rahmatan lil-alamin.