Home / Tentang Kami / Buku Tamu / Kontak Kami / Login
12/07/2010 9:11:48 DO'A DAN KESEHATAN MENTAL Oleh: Sukron Kamil Mungkin menurut aliran materialisme ekstrim, seperti Lamettre, Feurbach, dan Spencer, membicarakan do'a dan kesehatan mental adalah sesuatu yang tidak ada gunanya. Hal ini karena mereka melihat materilah satu-satunya realitas. Apa yang disebut ruhani hanyalah hasil dari proses kimiawi tubuh semata, sebagaimana air seni dari ginjal. Akan tetapi, bagi penulis, dan agaknya bagi banyak orang lainnya, melihat sebaliknya. Manfaat doa' terutama untuk kesehatan mental, tidak dapat diragukan. Alexis Carrel, seorang ahli bedah Prancis yang mendapat hadiah Nobel dua kali, sebagaimana dikutip Quraish Shihab, menegaskan bahwa kegunaan do'a dapat dibuktikan secara ilmiah, sama kuatnya dengan pembuktian di bidang fisika. Oliver Lodge bahkan secara halus menyindir mereka yang tidak melihat manfaat do'a; "Kekeliruan mereka karena menduga do'a berada di luar fenomena alam. Do'a harus diperhitungkan sebagaimana memperhitungkan sebab-sebab lain yang dapat melahirkan suatu peristiwa"". (Dibaca: 74)
12/07/2010 9:10:31 REKOMENDASI ISLAM ATAS KEPEMIMPINAN WANITA Oleh: Sukron Kamil Salah satu isu kontemporer yang agak problematik jika dikaitkan dengan Islam, paling tidak kalangan Islam konservatif dan radikal adalah persoalan kesetaraan hak perempuan. Riset yang dilakukan CSRC (Center for the Study of Religion and Culture) UIN Jakarta belum lama ini (2009) menyebutkan bahwa komunitas Masjid al-Maghfirah (al-Kahfi) dan Masjid al-Islam Gumuk Solo Jawa Tengah menolak mentah-mentah kesetaraan gender dalam wilayah publik. Komunitas Masjid al-Kahfi secara tegas menyerukan agar semua perempuan dikeluarkan dari sektor-sektor publik (seperti pabrik) untuk diganti dengan laki-laki. Kesetaraan laki-laki dan perempuan hanya dalam soal ibadah dan amal saleh saja, dua hal yang bukan merupakan wilayah publik. Menurut mereka, ketika perempuan bekerja di sektor publik, pekerjaan di sektor domestik akan ditinggalkan. (Dibaca: 35)
08/07/2010 13:35:43 Asa Untuk Muhammadiyah Oleh: Sholehudin A. Aziz Muktamar ke-46 Muhammadiyah kini tengah berlangsung di Yogyakarta. Muktamar kali ini banyak diharapkan dapat mampu menghasilkan keputusan-keputusan penting dan strategis, terutama dalam menentukan arah masa depan Muhammadiyah serta dapat menghasilkan pemimpin terpilih Muhammadiyah periode 2010-2015 yang dapat membawa Muhammadiyah lebih maju, sukses, dan bermanfaat bagi bangsa ini. yang dapat membawa Muhammadiyah lebih maju, sukses, dan bermanfaat bagi bangsa ini. (Dibaca: 39)
17/05/2010 13:06:51 KEBEBASAN BERAGAMA DALAM ISLAM? Oleh: Sukron Kamil Belakangan ini, agama-agama semakin sering diserang oleh kaum atheis. Sebut saja misalnya Christopher Hitchens yang menulis buku God is not Great: How Religion Poison Everything. Ia amat yakin, Tuhan tidak akbar dan agama adalah racun. Sebelumnya, pada tahun 2004, Samm Harris menulis buku The End of Faith (Akhir dari Kepercayaan/Agama). Pandangan kaum atheis ini, tampaknya dipicu oleh realitas betapa agama sering tampil menjadi sebuah kebencian, bahkan acapkali dikibarkan dengan tindakan yang melahirkan rasa ketakuta (Dibaca: 183)
17/05/2010 12:56:59 ISLAM MENENTANG TINDAK KEKERASAN Oleh: Sukron Kamil Salah satu yang merusak reputasi Indonesia saat ini adalah tindak kekerasan yang marak dilakukan sebagian bangsa kita. Indonesia karenanya masih terpuruk, bukan saja dari sisi ekonomi dan politik --meski dalam sebagian kecil sudah ada perbaikan-- tetapi juga etis. Banyak kasus yang menunjukkan hal itu. Kita bisa menyebutnya dari mulai kasus kerusuhan sadis antar etnis di Kalimantan Barat, kasus Ninja di Jawa Timur, Insiden Trisakti dan Semanggi, kasus Ketapang, perang antar agama di Maluku dan kerusuhan agama Nusa Tengara Timur, Kasus Doulos, kasus Aceh yang baru berakhir, clash antara warga di Salemba dan belakangan di kecamatan Surodadi di Tegal, pernah terjadi penerapan hukuman bakar oleh masyarakat tanpa melalui proses peradilan terhadap mereka yang diduga melakukan kejahatan seperti maling kecil, penyerangan terhadap warga dan markas Ahmadiyah dan Kristiani, demonstrasi yang berakhir rusuh, hingga pemboman yang dilakukan oleh kaum teroris seperti peristiwa Bom Bali dan terakhir JW Mariot di Jakarta. Tentu saja kita tidak menutup mata sebagian tindak kekerasan itu sebagai bentuk ketidakpercayaan rakyat yang sangat akut terhadap penegak hukum dan aparat keamanan, dan sebagiannya lagi karena faktor sosial lainnya. Akan tetapi, apapun alasannya, dilihat dari sudut etika kemanusiaan, tindakan itu jelas merupakan tindakan yang melanggar hak asasi manusia dan agama. Tampaknya, sebagian bangsa kita memperlihatkan dirinya sedang sakit sehingga tidak lagi mengenal esensi kemanusiaan, layaknya manusia pra sajarah yang diliputi suasana tribalisme yang belum mengenal hukum dan penuh dendam. Karena itu, tulisan ini akan melihat tindak kekerasan dalam perspektif Islam, agama yang dianut mayoritas rakyat. (Dibaca: 156)
07/05/2010 9:31:01 Bangsa Kleptokrasi Oleh: Sholehudin A. Aziz Sejujurnya, bangsa ini berada di ambang kehancuran yang tidak terelakkan lagi karena praktik korupsi yang merajalela. Berita korupsi datang dari berbagai penjuru angin, kasus korupsi terjadi di semua level pemerintahan, baik ekskutif, legislatif, maupun yudikatif. Mungkin hanya mukjizat-Nya-lah yang mampu membalikkan keadaan ini. Nada pesimisme ini muncul karena korupsi di negeri ini terjadi mulai istana sampai kantor RT, dari bangun tidur sampai tidur lagi, dari lahir sampai meninggal, dari tempat ibadah sampai toilet, sehingga tak ada ruang, waktu, dan kesempatan yang tak terjamah oleh praktik korupsi. (Dibaca: 137)
24/04/2010 15:35:24 Menuju Negara Zero Mafia Oleh: Sholehudin A. Aziz Tak bisa dipungkiri oleh siapapun bahwa dugaan praktik mafia, baik mafia kasus, jabatan maupun peradilan di negeri ini makin tampak terang benderang. Kasus Gayus Tambunan, tersangka makelar kasus (markus) pajak sebesar Rp 28 miliar, adalah contoh kecil dari praktik mafia di Indonesia. Semua ini menunjukkan bahwa negara ini telah dikuasai oleh para mafioso. (Dibaca: 133)
07/04/2010 13:12:59 Corak Baru Genre Sastra Islam Indonesia Mutakhir Oleh: Sukron Kamil Dalam literatur sastra di Indonesia, sastra keagamaan, khususnya Islam, meski tidak diakui secara universal, tampaknya telah menjadi genre tersendiri. Menurut A. Teeuw, dalam sejarah sastra di Indonesia, religiusitas merupakan tema universal yang menjadi tema sastra dari Hamzah Fansuri hingga Sutardji. Selain keduanya, tema ini pun juga menjadi tema pavorit bagi Sunan Bonang, Yasadipura II, Ranggawarsita III, Raja Ali Haji, Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi, Sanusi Pane, HAMKA, Amir Hamzah, Chairil Anwar, Achdiat Karta Mihardja, Bachrum Rangkuti, AA. Navis, Jamil Suherman, Kuntowijoyo, Danarto, dan Abdul Hadi WM. (Dibaca: 145)
07/04/2010 13:07:07 BANJIR SEBAGAI KRISIS PARADIGMATIK DAN ETIS Oleh: Sukron Kamil Sebagaimana diberitakan beberapa media masa akir-akhir ini, banjir kembali melanda banyak daerah, bukan saja di Jawa, tetapi di luar Jawa. Berita terakhir (Maret 2010) yang paling parah dilanda banjir adalah Karawang akibat meluapnya sungai Citarum. Beberapa kecamatan terendam air --dimana banyak rumah hanya terlihat bagian gentingnya saja-- dan berhektar-hektar sawah gagal panen. Jawa Barat pun dinilai terancam rawan pangan, terutama jika penyebab banjir tidak ditangani dengan segera. Sebelumnya (2007), banjir juga melanda ibukota, Jawa Barat, dan Banten (khususnya Bekasi dan Tengerang). Bahkan kali itu banjir menjadi sesuatu yang sangat menakutkan. Hal ini, karena, berbeda dengan sebelumnya, banjir saat itu telah membuat 40% wilayah Jakarta mengapung, telah merenggut 80 nyawa manusia (48-nya terjadi di Jakarta), dan berbagai kerugian material. Di Jakarta saja kerugian diperkirakan sekitar 2 triliun. Sebab itu, untuk mengatasinya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta waktu itu bekerjasama Pemerintah Pusat, Pemprov Jawa Barat, dan Banten berencana akan melakukan berbagai langkah. Antara lain dilanjutkan proyek banjir kanal timur, penyodetan/pengalihan Ciliwung ke Cisadane (meski ditolak pemerintah Tangerang), akan dibangunya 10 situ di sepanjang hulu sungai Ciliwung hingga hilir, dan akan dibangunnya bendungan sekitar 200 hektar di Ciawi, Bogor. Hingga kini hanya sebagian kecil saja yang baru bisa direalisasikan dari rencana-rencana itu. (Dibaca: 147)
22/03/2010 15:04:11 Amputasi Sel-sel Teroris Oleh: Sholehudin A. Aziz Setelah sekian lama tenang dari pemberitaan terorisme pasca tertembaknya Noordin M Top, sang gembong teroris kelas wahid, beberapa waktu yang lalu, publik Indonesia kembali dikejutkan dengan kesuksesan Densus 88 Mabes Polri menembak mati buronan teroris kelas kakap yang dihargai 100 miliar rupiah oleh Pemerintah Amerika Serikat, Dulmatin, dan para pengawalnya di Pamulang, Tangerang Selatan. (Dibaca: 135)
1/10 of 67 Next Last